Noorlella Sri Novianti
Selasa, 14 Oktober 2014
Selasa, 13 November 2012
Contoh Kasus:
Seorang pembuat paku membuat jenis
paku dari bahan yang tersedia yaitu 5,5 kg A dan 2 kg bahan B. Paku jenis I
tiap buah memerlukan 200 gram bahan A dan 75 gram bahan B sedangkan paku jenis
II tiap buah memerlukan 150 gram bahan jenis A dan 50 gram bahan jenis B.
Jika pengusaha menjual paku I dengan
harga Rp 500,00 dan paku II dengan harga Rp 350,00 maka hitunglah berapa buah
paku I dan paku II yang harus dibuat agar penghasilan pengusaha maksimum?
Jawab :
Mengubah bentuk verbal menjadi model
matematika dari soal diatas
Misalkan : Paku jenis I = x
Paku jenis II = y
Tabel
Barang
|
Bahan A
|
Bahan B
|
Paku jenis I
|
200 gram
|
75 gram
|
Paku jenis II
|
150 gram
|
50 gram
|
Jumlah
|
5.500 gram
|
2.000 gram
|
Berdasarkan table sebelumnya didapat
persamaan sebagai berikut :
200x + 150y ≤ 5.500
75x + 50y ≤ 2.000
x ≥ 0
y ≥ 0
Sedangkan fungsi objektifnya adalah
z = 500x + 350y
Kita sederhanakan dulu persamaan
diatas
200x + 150y ≤ 5.500 jadi 4x + 3y ≤
110
75x + 50y ≤ 2.000 jadi 3x + 2y ≤ 80
x ≥ 0
y ≥ 0
Mencari dearah penyelesaian untuk
system pertidaksamaan di atas
4x + 3y ≤
110
x
|
0
|
55/2
|
y
|
110/3
|
0
|
3x + 2y ≤ 80
x
|
0
|
80/3
|
y
|
40
|
0
|
Daerah himpunan penyelesaian
adalah OABC, sedangkan titik – titik optimumnya adalah
O(0,0), A(80/3,0), B(20,10), dan C(0,110/3)
O(0,0), A(80/3,0), B(20,10), dan C(0,110/3)
Nilai fungsi obyeknya adalah :
Untuk
O(0,0) z = 500.0 +
350.0 = 0
UntukA(80/3,0) z = 500.80/3 + 350.0 =
13.000
UntukB(20,10) z = 500.20 +
350.10 = 13.500
Jadi, agar mendapat penghasilan maksimum
yaitu Rp 13.500,00 maka pengusaha harus membuat 20 buah paku I dan
10 buah paku II.
Dengan POM For Windows hasilnya
seperti di bawah ini :
Rabu, 21 September 2011
There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work.
This is where the respect and the love and the devotion come in - that we do it to God, and that's why we try to do it as
beautifully as possible.
Ketika kita bekerja atau melakukan segala sesuatu, kita bisa dengan mudah terjebak ke dalam situasi di mana aktifitas
itu hanyalah sebuah rutinitas.
Karena itulah, kita harus selalu memasukkan rasa hormat kita, rasa syukur kita, pengabdian dan rasa cinta
kita terhadap Tuhan yang telah memberi kita kesempatan melakukan pekerjaan tersebut.
Dan karena pekerjaan tersebut kita lakukan untuk menunjukkan semua perasaan tersebut kepada Tuhan, bahwa pekerjaan
tersebut pada hakikatnya adalah sebuah bentuk ibadah kita kepada-Nya, maka kita pasti akan melakukannya dengan segenap
kemampuan kita, sebaik dan sesempurna mungkin.
Langganan:
Komentar (Atom)












